Senin, 2009 Juni 08 di Senin, Juni 08, 2009 Diposkan oleh setia1heri
Label: Cuap2 0 komentar Link ke posting ini
Selasa, 2009 April 21 di Selasa, April 21, 2009 Diposkan oleh setia1heri
ulai dari carut-marutnya DPT, distribusi surat suara hingga caleg-caleg yang rela ‘mencabut’ nyawanya. Pemilu 2009 ini merupakan pemilu yang ketiga kalinya pasca reformasi namun sebagian besar pengamat mengatakan kalau pemilu kali ini yang terburuk. Ironis memang, dengan anggaran yang tiga kali lipat dari anggaran pemilu 2004 namun hasilnya sungguh-sungguh mengecewakan rakyat.Label: Catatan 0 komentar Link ke posting ini
Selasa, 2009 April 07 di Selasa, April 07, 2009 Diposkan oleh setia1heri
Label: Cuap2 0 komentar Link ke posting ini
Sabtu, 2009 Maret 21 di Sabtu, Maret 21, 2009 Diposkan oleh setia1heri

Cerdas memilih
Hingar bingar kampaye sudah mulai terdengar dimana-mana. Ancaman diskualifikasi untuk beberapa parpol yang belum menyerahkankan laporan dana awal hanya gertakan sambal belaka. Itulah kebaikan tradisi kita yang cenderung lupa dan toleransi terhadap kesalahan-kesalahan yang ada. Tidak peduli di tingkatan level pejabat dan birokrat akan tetapi rakyat juga sama-sama plagiatnya.
Kampanye kali ini merupakan rituasi lima tahunan yang telah ada sejak 1955. Namun ada yang berbeda dengan kampanye kali ini dengan slogan ”Kampanye Damai”. Tentu kita berharap hal ini tidak hanya slogan dan pajangan yang membuat orang terkagum-kagum namun jauh dari kenyataan. Kampanye Damai merupakan term yang bermaksud agar kampanye ini jauh dari kekerasan, anarki dan tindakan sok ’raja’ sendiri.
Semua partai mematut diri layaknya gadis yang menunggu pinangan. Berhias, berdandan dan ber make up an untuk menarik perhatian para voters. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan permormance mereka namun sungguh miris jika hal itu hanya tindakan yang manipulatif dan fiktif. Ada partai yang mengesankan sebagai partai pembaharu padahal sejatinya adalah tinggalan orde baru. Ada partai yang hasil recycle dan reinkarnasi dari partai-partai sebelumnya pada pemilu 1999. Ada partai yang sok reformis padahal penghuni partainya adalah orang-orang pragmatis dan oportunis.
Tampilan cenderung mengelabui orang – orang yang melihatnya. Polesan cenderung layaknya topeng yang menyembunyikan belang – belang kecacatan. Dandanan cenderung memanipulasi fakta-fakta yang seharusnya dibeberkan. Dan yang pasti dan jelas kita jangan sampai tertipu olehnya. Ingat kata bijak : “Jangan tertipu pada yang tampak kerana yang nampak itu banyak yang menipu”.
Selengkapnya...
Label: Cuap2 0 komentar Link ke posting ini
di Sabtu, Maret 21, 2009 Diposkan oleh setia1heri
Cerdas memilih
Hingar bingar kampaye sudah mulai terdengar dimana-mana. Ancaman diskualifikasi untuk beberapa parpol yang belum menyerahkankan laporan dana awal hanya gertakan sambal belaka. Itulah kebaikan tradisi kita yang cenderung lupa dan toleransi terhadap kesalahan-kesalahan yang ada. Tidak peduli di tingkatan level pejabat dan birokrat akan tetapi rakyat juga sama-sama plagiatnya.
Kampanye kali ini merupakan rituasi lima tahunan yang telah ada sejak 1955. Namun ada yang berbeda dengan kampanye kali ini dengan slogan ”Kampanye Damai”. Tentu kita berharap hal ini tidak hanya slogan dan pajangan yang membuat orang terkagum-kagum namun jauh dari kenyataan. Kampanye Damai merupakan term yang bermaksud agar kampanye ini jauh dari kekerasan, anarki dan tindakan sok ’raja’ sendiri.
Semua partai mematut diri layaknya gadis yang menunggu pinangan. Berhias, berdandan dan ber make up an untuk menarik perhatian para voters. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan permormance mereka namun sungguh miris jika hal itu hanya tindakan yang manipulatif dan fiktif. Ada partai yang mengesankan sebagai partai pembaharu padahal sejatinya adalah tinggalan orde baru. Ada partai yang hasil recycle dan reinkarnasi dari partai-partai sebelumnya pada pemilu 1999. Ada partai yang sok reformis padahal penghuni partainya adalah orang-orang pragmatis dan oportunis.
Tampilan cenderung mengelabui orang – orang yang melihatnya. Polesan cenderung layaknya topeng yang menyembunyikan belang – belang kecacatan. Dandanan cenderung memanipulasi fakta-fakta yang seharusnya dibeberkan. Dan yang pasti dan jelas kita jangan sampai tertipu olehnya. Ingat kata bijak : “Jangan tertipu pada yang tampak kerana yang nampak itu banyak yang menipu”.
Selengkapnya...
Label: Cuap2 0 komentar Link ke posting ini
Mimin 4in3 Column Template | Blogging dan Berbagi | Id.Blogger.